Penemuan Situs Umpak Songo di Banyuwangi
Oleh: Safira Salsabila Riva (33)
Situs
adalah lokasi suatu kejadian yang terjadi pada masa lampau, baik aktual maupun
faktual yang direncanakan. Situs bersejarah merupakan sebuah
lokasi resmi sejarah atau sosial yang dilestarikan karena nilai warisan budaya
tersebut. Kabupaten Banyuwangi adalah sebuah kota yang berada di ujung timur
Pulau Jawa dan merupakan kabupaten terluas di Provinsi Jawa Timur yang
wilayahnya terdiri dataran tinggi dan rendah. Banyuwangi mempunyai
keanekaragaman wisata yang terkenal. Di samping itu, Banyuwangi juga mempunyai
tempat yang sangat bersejarah. Tempat itu antara lain Situs Rawa Bayu, Situs
Macan Putih, Dan Situs Umpak Songo.
Situs Rawa Bayu terletak di Lereng Gunung Raung,
Kecamatan Songgon. Lokasi Rawa Bayu sendiri berada di kawasan hutan lindung,
maka tidak heran jika pemandangannya yang indah dan sejuk. Di kawasan Rawa Bayu
juga terdapat pancaran sumber mata air yakni Kaputren, Dewi Gangga, Kamulyan, Panguripan, dan Rahayu. Konon
menurut kepercayaan masyarakat sekitar, Rawa Bayu memiliki keistimewaan dan
khasiat tersendiri. Situs Macan Putih juga dinamai dengan Situs Tawang Alun.
Situs ini lebih mirip dengan sebuah pendopo tempat berkumpulnya para petinggi
kerajaan dengan sebuah mahkota di tengahnya, juga lantai keramik yang modern
dan bersih. Situs ini diyakini sebagai petilasan terakhir Prabu Tawang Alun,
yang ditandai dengan batu mahkota Prabu Tawang Alun di tengah bangunan utama
keraton macan putih. Situs ini tergolong sebagai situs yang terancam musnah.
Berbeda dengan dua situs di atas, Situs Umpak Songo
berada di daerah perairan. Situs ini terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan
Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Situs Umpak Songo merupakan peninggalan Kerajaan
Blambangan yang berkuasa dalam rentan 1403-1433 M. Situs ini berbentuk punden
berundak, di atasnya terdapat beberapa batu besar yang tertata rapi menyerupai
persegi. Situs ini pertama kali ditemukan oleh Mbah Hadi Gedhe, yaitu seorang
pendatang asal Bantul. Yogyakarta sekitar tahun 1916. Saat pertama kali
ditemukan, Umpak Songo masih tertimbun tanah di hutan belantara. Situs ini
diyakini dulunya adalah tempat pertemuan bagi raja Blambangan bersama
bawahan-bawahannya. Situs iini dinamai oleh Pangeran Mangkubumi IX saat
berkunjung pada tahun 1928. Situs ini dinamai demikian karena pada bekas
bangunan itu terdapat 13 batu umpak yang 9 diantaranya berlubang dan 4 lainnya
tidak. Situs ini merupakan sisa-sisa Kerajaan Blambangan ketika ibukota
kerajaan pindah ke Ulupampang (sekarang Muncar), setelah Muncar terpecah
menjadi dua yaitu Blambangan Barat dan Blambangan Timur. Situs ini berada di
tanah pribadi milik keturunan Mbah Hadi Gedhe yang didiami oleh sekitar 20 anggota keluarga. Setiap malam Sabtu
Pahing di dalam penanggalan Jawa, penganut ajaran kejawen menggelar ritual
tirakat semalam penuh. Situs ini ramai pengunjung pada saat Hari Raya Kuningan
bagi umat hindu, termasuk para penganut hindu dari Bali. Situs ini terletak
tidak jauh dari Pura Agung Blambangan, Pura terbesar di Banyuwangi. Di sekitar
Ampak Songo banyak ditemukan bukti sejarah (peninggalan) Kerajaan Blambangan,
yaitu Gumuk Klinting (Blambangan), Gumuk Jadah (Sumber Sewu), Gumuk Putri
(Kepundung), Gumuk Kantong (Sumber Sewu), dan Petilasan Setinggil (Tambakrejo).
Situs Umpak Songo sendiri walaupun pada hari biasa tetap didatangi oleh para
pelajar yang ingin berkunjung dan menjelajahi tempat ini. Pada hari-hari
tertentu, situs ini ditutup dan tidak boleh dimasuki oleh pengunjung.
Dari penjelasan saya diatas, saya menyimpulkan dalam
bentuk yang lebih singkat lagi agar lebih mudah diingat. Jadi, Kerajaan
Blambangan merupakan salah satu kerajaan terbesar di Pulau Jawa. Ketika
beribukota di Ulupampang (sekarang Muncar), kerajaan ini meninggalkan sebuah
situs yang diberi nama Umpak Songo, tepatnya di Desa Tambakrejo, Kecamatan
Muncar. Sayangnya, situs ini sudah mulai terancam keberadaannya akibat
kurangnya perhatian pemerintah. Banyak kerusakan dan kehilangan terjadi.
Perhatian peneliti untuk situs ini pun sudah tidak ada lagi. Jika hal ini
terjadi terus-menerus, eksistensi situs ini bisa benar-benar hilang.




Komentar
Posting Komentar