Biofuel Bahan Bakar Pengganti Minyak Bumi
Oleh: Arjun Ahmad Maulidhita (05)
Biofuel adalah cairan yang dapat
digunakan sebagai bahan bakar yang berasal dari tumbuhan. Biofuel adalah pengganti bahan bakar fosil
yang sempurna karena kita tahu bahwa bahan bakar fosil adalah bahan bakar yang
bisa habis persediaannya dan tidak dapat diperbarui. Dunia saat ini masih
tergantung dengan bahan bakar fosil, tetapi menurut prediksi dalam beberapa
tahun kedepan bahan bakar fosil akan digantikan oleh jenis bahan yang lebih
ramah lingkungan pengganti minyak bumi yaitu biofuel.
Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara
tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian. Ada
tiga cara untuk pembuatan biofuel : pembakaran limbah organik kering (seperti
buangan rumah tangga, limbah industri dan pertanian), fermentasi limbah basah
(seperti kotoran hewan) tanpa oksigen untuk menghasilkan biogas (mengandung 60
persen metana), atau fermentasi tebu dan jagung untuk menghasilkan alkohol,ester
dan energi dari hutan (menghasilkan kayu dari tanaman yang cepat tumbuh sebagai
bahan bakar).
Proses fermentasi mengasilkan dua tipe biofuel yaitu alkohol dan
ester. Bahan - bahan ini bisa digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil,
tetapi karena kadang - kadang diperlukan perubahan besar pada mesin, biofuel
biasanya dicampur bahan bakar fosil.
Biofuel dapat memproduksi energi tanpa meningkatkan kadar karbondioksida
karena berbagai tanaman yang digunakan untuk memproduksi biofuel mengurangi
kadar karbondioksida di atmosfer, tidak seperti bahan bakar fosil yang mengembalikan
karbon yang tersimpan di bawah tanah selama jutaan tahun ke udara. Biofuel
bersifat netral dan sedikit meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.
Penggunaan biofuel mengurangi pula ketergantungan pada minyak bumi serta
meningkatkan keamanan energi.
Ada dua strategi umum untuk memproduksi biofuel. Strategi pertama
adalah menanam tanaman yang mengandung gula seperti tebu, dan sargum manis atau
tanaman yang mengandung pati seperti jagung, lalu menggunakan fermentasi ragi
untuk memproduksi etil alkohol. Strategi kedua adalah menanam berbagai tananam
yang kadar minyak sayurnya tinggi seperti kelapa sawit, kedelai, alga. Saat
dipanaskan maka kekentalan minyak nabati akan berkurang dan bisa langsung dibakar
dalam mesin diesel atau minyak nabati bisa diproses secara kimia untuk menghasilkan
bahan bakar seperti biodesel. Kayu dan produk - produk sampingannya bisa
dikonversi menjadi biofuel seperti gas, metanol atau bahan bakar etanol.
Biofuel bisa dibagi menjadi beberapa jenis yakni bioetanol,
biodesel, dan biogas. Bioetanol adalah alkohol yang berasal dari tumbuh -
tumbuhan seperti gandum, tebu, jagung, singkong ubi, buah - buahan hingga
limbah sayuran. Untuk mendapatkan alkohol tumbuhan harus melewati proses
fermentasi terlebih dahulu. Alkohol jenis ini bisa dijadikan bahan bakar kendaraan
yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Biodesel adalah bahan bakar yang terbuat
dari minyak kedelai, minyak bunga jarak, hingga minyak bunga matahari. Di
indonesia biodesel terbuat dari minyak sawit mentah. Biodesel juga lebih ramah
lingkungan daripada solar. Biogas adalah bahan bakar yang berasal dari hasil
fermentasi sampah tumbuhan dan kotoran (manusia atau hewan). Saat difermentasi
sampah atau kotoran itu akan mengeluarkan gas, gas itulah yang disebut biogas.
Biogas hanya bisa digunakan untuk menyalakan listrik atau kompor. Energi yang
dihasilkan lebih besar daripada karbon dioksida yang membuat biogas lebih ramah
lingkungan ketimbang batu bara.
Ada beberapa keunggulan penting dari biofuel yaitu lebih ramah
lingkungan kerena mengurangi emisi gas rumah kaca, pasokannya aman karena
permintaan yang tinggi untuk minyak bumi menyebabkan meningkatnya harga minyak
bumi. Jika menggunakan biofuel tidak perlu khawatir masalah pasokan karena
bahan baku biofuel bisa ditanam dinegara sendiri tanpa mengimpor dari negara
lain.
Disisi lain biofuel juga memiliki kekurangan yaitu, para ahli
lingkungan khawatir produksi biofuel dapat menciptakan masalah baru karena
banyak lahan yang digunakan untuk memproduksi biofuel dan menyebabkan hewan
kehilangan habitatnya. Lebih dari itu, biofuel juga menyebabkan masalah yang
hebat bagi negara berkembang karena banyak hutan yang dibuka untuk membuat
jalan bagi produksi biofuel. Tak hanya itu, biofuel juga membutuhkan banyak air
untuk menyirami tanaman yang menjadi sumber biofuel sehingga menyebabkan krisis
air.
Dengan adanya energi terbarukan dari biofuel diharapkan bisa lebih
bermanfaat bagi kehidupan manusia dan mengurangi polusi akibat bahan bakar fosil.
Terlepas dari kekurangan biofuel, para peneliti dan riset tentang biofuel masih
dilakukan hingga saat ini. Semoga kedepannya biofuel bisa menjadi energi
alternatif yang baik bagi manusia dan lingkungan.



Komentar
Posting Komentar