Dampak Air Kotor Bagi Kesehatan Masyarakat
Oleh: Dhea Anggraini (09)
Lingkungan yang bersih membuat masyarakat
sekitarnya hidup sehat. Ditanamkannya sikap disiplin dan bertanggungjawab dalam
pemeliharaan kesehatan lingkungan itu sangatlah penting. Bila tidak
ditanamkannya sikap peduli lingkungan dalam diri masyarakat, maka akan
berdampak buruk bagi kesehatannya sendiri.
Sumber utama pencemaran air di Indonesia
sebagian besar dari limbah domestik atau rumah tangga, umumnya dalam bentuk
kotoran manusia, limbah cucian pring dan baju, kotoran hewan, dan pupuk dari
perkebunan dan peternakan. Adapun jejak kontaminasi obat-obatan medis seperti
pil KB hingga pestisida dan minyak.
Limbah feses dan urin berperan dalam
meningkatkan kadar bakteri e-coli dalam air. Di kota-kota besar seperti Jakarta
dan Yogyakarta , kandungan e-coli diluar batas batas normal tak hanya di sungai
tetapi hingga ke air sumur di area tempat tinggal penduduk. Berdasarkan laporan
Direktorat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di tahun 2015
hampir 68 persen mutu air sungai di 33 provinsi di Indonesia dalam status
tercemar berat. Di antaranya Sungai Brantas, Sungai Citarum, dan Kali Wonorejo
yang selain berwarna keruh juga tampak menghasilkan busa putih di permukaannya.
Kandungan timbal dalam air tercemar berisiko
dapat menyebabkan keterbelakangan mental. Ada banyak penyakit yang dapat
disebabkan oleh pencemaran air. Semua orang butuh mengonsumsi air dan itu
sebabnya segala risiko ini bisa menghantui setiap orang di dunia. Namun, bayi,
anak-anak, lansia, wanita hamil, dan terutama mereka yang memiliki sistem imun
yang lemah, lebih rentan terhadap risiko penyakit.
Penyakit akibat dari pencemaran air
termasuk:
a) Kolera yang disebabkan oleh bakteri vibro
chlorae. Saat Anda mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi oleh
fases orang yang mengidap penyakit ini, Anda bisa tertular. Anda juga bisa
tertular kolera jika Anda mencuci bahan makanan dengan air yang terkontaminasi.
Gejala yang dialami: diare, muntah, kram perut, dan sakit kepala.
b) Amoebiasis atau diare pelancong yang
disebabkan oleh bakteri amoeba yang hidup air yang tercemar. Amoeba ini
mengakibatkan infeksi pada usus besar dan hati. Gejala termasuk diare berdarah
dan berlendir, bisa ringan atau sangat parah
c) Disentri yang disebabkan oleh bakteri yang masuk
melalui mulut melalui air atu makanan yang tercemar. Tanda dan gejala disentri
termasuk demam, muntah, sakit perut, dan diare berdarah berlendir parah.
d) Diare. Diare infeksi adalah salah satu
penyakit paling umum akibat bakteri dan parasit yang berdiam di air tercemar.
Diare mengakibatkan fases encer dan cair
yang menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi, bahkan kematian pada anak
dan balita.
e) Hepatitis A yang disebabkan oleh virus hepatitis
A yang menyerang hati. Biasanya menyebar melalui konsumsi air atau
makanan yang terkontaminasi fases atau melalui kontak langsung dengan fases
dari pengidap
f) Keracunan timbal. Paparan kronis dari
keracunan timbal bisa mengakibatkan kondisi medis serius, termasuk kerusakan
organ, gangguan sistem saraf, anemia, dan penyakit ginjal
g) Malaria, adalah virus yang disebarkan oleh
parasit dari nyamuk anopheres betina. Nyamuk berkembang biak di air.
Tanda dan gejala malaria termasuk demam, sakit kepala, dan menggigil
kedinginan. Jika dibiarkan, malaria bisa berujung pada komplikasi seperti pneumonia,
anemia parah, koma, dan kematian,
h) Polio, merupakan virus menular akut yang
disebabkan oleh poliovirus. Polio menyebar melalui fases dari pengidap
penyakit,
i) Tachoma (infeksi mata) akibat kontak dengan
air tercemar. Setidaknya enam juta orang pengidap tachoma mengalami kebutaan.
Konsumsi
jangka panjang dari air beracun ini menunjukkan dampaknya pada manusia.
Anak-anak Indonesia dilaporkan mengalami kerontokan rambut amat parah dan ruam
kemerahan di kulit.
Keracunan
timbal tidak dapat diubah. Kadar timbal dalam darah di luar ambang batas sangat
berbahaya , khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil. Menurut WHO, kadar timbal
dalam darah yang sangat tinggi bisa berdampak pada ketidakmampuan belajar,
masalah perilaku, penurunan IQ, dan keterbelakangan mental. Oleh karena itu,
jagalah lingkungan agar selalu bersih dan jangan membuat air menjadi tercemar
atau kotor. Mulailah hidup sehat dari sekarang!



Komentar
Posting Komentar