Kekhasan Seni di Pulau Dewata

Oleh: Rofiqoh (32)


          Banyak orang yang berkata bahwa kehidupan tidak akan indah bila tidak ada seni. Seni merupakan sesuatu yang mengandung keindahan, sehingga dapat membuat senang bagi orang yang melihatnya. Bahkan, tidak sedikit orang yang menjadikan seni sebagai alat untuk menetralisir rasa kesedihan mereka dengan cara menuangkannya ke dalam seni. Sampai saat ini seni tak dapat dipisahkan dengan manusia. Seiring berkembangnya zaman, maka akan semakin banyak orang yang menginovasikan seni zaman dahulu menjadi lebih modern agar dapat dinikmati masyarakat zaman sekarang.
            Terlepas dari keindahan seni, tahukah Anda bahwa salah satu pulau di Indonesia dikenal sebagai ‘pulaunya para seniman’? ya, pulau itu adalah Pulau Bali. Pulau yang sering didatangi turis lokal maupun asing ini tidak hanya menyuguhkan keindahan alamnya saja, tetapi juga seninya. Seni di pulau ini sudah berkembang sejak zaman prasejarah, terbukti dari penemuan benda-benda sejarah seperti senjata tradisional dan sarkofagus yang tampak seperti dilukis dan diukir di atas permukaannya. Salah satu karya tertua yang masih bisa dinikmati hingga sekarang adalah lukisan bunga teratai dan Dewa Ganesha yang tersimpan di Pura Besakih hingga kini. Pada awalnya tujuan karya seni di pulau ini diciptakan hanya untuk persembahan bagi para dewa karena pengaruh dari bangsa luar yang berkunjung ke Bali lah yang menjadikan perkembangan seni tradisionalnya berkembang. Bahkan di desa Kamasan, hampir seluruh penduduknya bekerja sebagai pelukis, hasil karya mereka digunakan di pura dan istana.


  

Kekhasan karya seniman Bali banyak dijumpai di berbagai macam material seperti kayu, batu, logam, bambu, mapun kain. Contohnya seperti keris yang dilapisi emas dengan desain yang menyerupai makhluk mitologis. Adapun pernak-pernik yang biasanya dijumpai di toko-toko dekat tempat wisata biasanya bernuansa alam khas Bali seperti kamboja, kembang sepatu, burung Jalak Bali, dan gambaran masarakat Bali. Bahkan, ada yang diambil dari makhluk gaib dan upacara ngaben. Kebanyakan masih bertema pribumi dan terdapat unsur naturalisme realisme di dalamnya, seperti lukisan batuan yang gelap dan ramai.

Beda tempat beda juga ciri khasnya. Di Sanur, tepatnya di daerah pesisir pantainya menyuguhkan seni yang lebih cerah dengan motif seperti hewan laut dan serta tema-tema khas pantai Sanur seperti kain yang sering disebut ‘kain pantai’ oleh masyarakat Bali, sering digunakan sebagai penambah keindahan dalam berpakaian. Ujung kain ini dirobek dan disuwir sampai bisa diikat dengan banyak ikatan. Karya-karya tersebut tentu lebih terjangkau dan kualitasnya berbeda dengan yang dapat kita jumpai di berbagai galeri seni dan museum di sekitar kota Denpasar.

         Sebenarnya masih banyak kesenian dan kebudayaan di pulau yang banyak dikunjungi wisatawan karena keindahannya ini. Oleh karena itu, sebagai siswa dan warga negara sebaiknya kita menjaga dan melestarikan kesenian di Indonesia khususnya di pulau Bali agar tidak punah karena termakan zaman dan kehidupan modern. Karena banyaknya warga asing yang datang ke pulau ini, semoga saja kebudayaan asal daerah tak tercampur dengan kebudayaan asing yang lebih modern karena kebudayaan Bali juga merupakan sesuatu dari para leluhur yang harus dijaga dan dirawat agar tidak punah.


Komentar

Postingan Populer

Translate

Total Tayangan Halaman