Penemuan Ikan Misterius di Sungai Bengawan Solo

Oleh: Dimas Andriyan (11)



       Sungai Bengawan Solo yang mengalir di Tuban dan Bojonegoro. Memiliki panjang sekitar 120 kilometer, yaitu dari Kecamatan Margo Mulyo, Bojonegoro hingga di Kecamatan Widang,Tuban.Wilayah Sungai Bengawan Solo dilewati beberapa kecamatan.Seperti di Kecamatan Soko Rengen, Plumpang, Palang, dan Widang.
       Daerah tersebut diakui airnya stabil. Selain itu, dibeberapa titik terdapat palung sungai dengan kedalaman saat kemarau 5-7 meter. Selama ini, perairan di daerah ini airnya relatif stabil, meskipun saat kemarau.Di tempat ini juga terdapat 2 bendungan di sungai yang airnya melimpah meski musim kemarau yaitu Bendung Gerak di Kecamatan Truak dan Kalitidu, Bojonegoro, serta Bandung Gerak Babar, Lamongan.
         Di Sungai Bemgawan Solo, terdapat banyak jenis ikan endemic,seperti ikan tanes, areng-areng, wader pipih, patin, rengkik, sili, udang, lempuk, lele gabus dan jenis ikan asli lainya. Dari jenis ikan ini sebagian telah sulit ditemukan.Seperti ikan lempuk dan udang capit biru.
          Warga yang tinggal di tepian sungai Bengawan Solo menemukan ikan raksasa baru-baru ini.Ikan tersebut adalah ikan Arapaima Gigas. Ikan dengan nama lain Arapaima Piracucu atau Paiche adalah jenis ikanair tawar terbesar di dunia yang berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan. Ikan arapaima yang berukuran lebih dari 3 meter dapat tumbuh maksimal dengan berat 200 kilogram.
            Bahkan, yang lebih mengejutkan pernah tercatat seekor arapaima seberat 200 kilogram serta panjangnya 4,5 meter. Menurut Pak Karto, orang yang menemukan ikan ini, ia menjelaskan bahwa ikan tersebut memiliki bentuk yang ramping dan efisien. Sirip pada punggung dan daerah anal serta ekor arapaima menjadi perenang yang kuat. Bahkan, mereka dapat melompat keluar dari air dan memakan hewan lain sehingga arapaima disebut sebagai predator yang memangsa ikan lain dengan  rakus.
              Menurut pemerintah, ikan arapaima tidak berbahaya bagi manusia dan belum pernah ada laporan mengenai penyerangan arapaima terhadap manusia secara langsung.Tetapi, oleh Kementrian Perikanan dengan tegas mrminta agar ikan tersebut ditangkap dan dimusnahkan karena bila ikan predator tersebut hidup di perairan Indonesia, ikan tersebut akan menggangu keseimbangan ekosistem yang ada.

Komentar

Postingan Populer

Translate

Total Tayangan Halaman