Sebuah Fakta Tentang Suku Osing

Oleh: Rinda Ayu Sasmita (31)



Suku osing merupakan penduduk asli Banyuwangi karena suku osing adalah masyarakat yang hidup pada pemerintahan Blambangan sejak tahun 1995 oleh Gubernur Jawa Timur (Basofi).Suku osing tidak hanya berada di satu wilayah atau kecamatan tertentu,tetapi menyebar di beberapa kecamatan atau desa banyuwangi bagian tengah dan utara,terutama di Kecamatan Banyuwangi,Rogojampi,Singojuruh,Songgon,Sempu,Giri, dan Kalipuro. kemiren menjadi salah satu dari sejumlah Desa osing yang istimewa. Desa kemiren memiliki daya tarik wisata yang tergolong unik ,Desa ini dihuni oleh suku asli osing. Desa ini masih memegang teguh adat tradisi dan budaya lokal yang mereka bawa dari sesepuh terdahulu.Desa ini juga memiliki kesenian barong asli Banyuwangi yang berumur ratusan tahub dan masih diyakini oleh masyarakat setempat sebagai kesenian barong yang masih memiliki unsur mistis.    
Beda suku,beda bahasa pula.Suku osing pun mempunyai bahasa sendiri dalam percakapan sehari-hari,Bahasa yang diucapkan tergolong unik,contohnya kata "bapak" dalam bahasa osing akan diucapkan "byapak"atau"gancang" yang diucapkan "gyancang",dan sebagainya. Ada beberapa kata yang merupakan serapan dari Bahasa inggris seperti kata"Nagud", artinya tidak baik/jelek yang berasal dari "no good".kata lainnya yaitu "ngepos" yang artinya  Berhenti yang berasal dari ‘pause’.
      Ada beberapa adat using yang masih melekat hingga saat ini yaitu tari seblang olehsari dan seblang dan seblang bakungan.Tari Seblang Olehsari ditampilkan satu minggu setelah idul adha Tujuan dari ritual ini adalah membersihkan desa agar desa tetap aman dan tentram. Penari seblang Bakungan dan Olehsari dipilih secara supranatural dikedua desa berbeda.Jika Desa Olehsari harus gadis yang belum baliq,Desa Bakungan harus wanita berumur 50 tahun keatas yang telah menopause. Tari seblang harus dibawakan oleh penari keturunan dari penari sebelumnya dan dipilih langsung oleh dukun atau tetua adat setempat.penari seblang akan diberi ritual berupa kekuatan magis yang membuatnya mampu menari setiap hari selama enam jam dan tujuh hari berturut-turut tanpa lelah.penari seblang tidak melakukan latihan atau gladi bersih terdahulu.Penari seblang disebut akan kerasukan dan matanya terpejam .setelah itu,akan menari dengan sendirinya dengan diiringi dua belas lagu khas osing.Dipertengahan ritual, biasanya penari akan melemparkan selendangnya secara acak. Penontonyang mendapat lemparan selendang harus ikut menari bersama dengan penari selama beberapa waktu. Jika penonton yang terkena selendang tidak ikut menari ia akan dikejar-kejar oleh penari seblang sampai mau ikut menari.
            Desa yang memiliki keunikan tersendiri ini dapat menarik para wisatawan,bahkan rela menempuh jarak yang jauh dari luar hanya untuk memecahkan teka-teki mereka tentang cerita mistis yang selama ini didengar termasuk tentang penari yang tak berhenti menari hingga tujuh hari tujuh malam.

Komentar

Postingan Populer

Translate

Total Tayangan Halaman