Unjuk Rasa RUU KUHP Tidak Sejalan dengan Mahasiswa

Putri Neri Febriyanti Cantik (27)



Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan di Indonesia melakukan unjuk rasa di depan gedung DPR RI, dengan memakai jas almamater dari masing-masing kampus. Terlihat jelas mahasiswa yang memakai jas berwarna kuning, biru, hijau, cokelat dan lainnya. Mereka berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, ITB, Universitas Gajah Mada dan beberapa kampus lainnya. Mereka melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK yang dianggap kontroversial dan mencederai demokrasi. Mereka datang dengan membawa spanduk dan poster berisi penolakan. Mereka juga menutup jalan di sekitar lokasi. Akibatnya jalan pun terpaksa harus ditutup.
Di sisi lain pihak keamanan yang berasal dari polri terus bersiaga, mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan. Namun, jiwa muda yang masih menggelora di hati para mahasiswa ini tidak memungkiri terjadinya bentrokan. Sedikit insiden saja sudah memancing emosi yang dapat memakai amarah para demonstran yang di dominasi oleh para mahasiswa tersebut. Akibatnya, dengan terpaksa, pihak keamanan menembakkan gas air mata untuk mengurangi keributan. Meskipun demikian, banyak mahasiswa yang terluka akibat mencoba melawan petugas. Sebagian dari mereka juga diamankan oleh petugas untuk diberikan pembinaan dan introgasi karena bisa saja orang tersebut ialah penyusup dari luar yang ingin membuat keonaran.
Di pihak pembuat keputusan (RUU) yaitu DPR seperti tidak merespon suara-suara yang diteriakan oleh para mahasiswa, sehingga itu Trisakti jilid 2 gencar diancamkan akan terlaksana. Berhari-hari aksi demo terus dilakukan. Hal ini membuat mahasiswa menuntut perwakilan dari BEM masing-masing kampus untuk bernegosiasi dengan perwakilan dari pihak DPR. Dari pihak mahasiswa yaitu ketua BEM Trisakti Dino Ardiansyah, BEM UGM Atiatul Muqtadir, Presiden KM ITB Royan Abdullah Z, dan BEM UI Manik Margana Mahendra. Di dalam gedung DPR terjadi perdebatan panjang kedua belah pihak. Pihak mahasiswa bersikeras RUU tersebut dapat melemahkan KPK. Namun pihak DPR juga bersikeras bahwa RUU yang mereka buat justru memperkuat kinerja KPK.
Sementara itu di luar gedung DPR para demonstran lainnya juga memberikan dukungan dengan menyanyikan yel-yel dan meneriakkan moto-moto mereka. Kondisi semakin tidak kondusif antara aparat dan mahasiswa.

Komentar

Postingan Populer

Translate

Total Tayangan Halaman